Search This Blog

Loading...

my daily routin

my daily routin
dialog MIR

Monday, August 2, 2010

Ikutan tulis2 ach.... (RSBI)

Mumpung pagi ini lagi hujan deras.... plus hati juga lagi mendung, mending bikin2 tulisan kali yeee...

Beberapa saat yang lalu saya sempat berdialog dengan seorg teman guru di sebuah SD, dia berkata " Iya bu... itu dulu, sekarang SD kami jadi RSDBI,.....tu lo... sekolah internasional.....ibu blm baca plangnya ya...."
Jujur... saya kan orang Indonesia asli, kadang memang tidak memperhatikan hal2 kecil secara mendetail, walau sering melewati wilayah SD tersebut. Hehehehe....

Internasional? apanya? standarnya apa?
Ooooo.... Internasional bila menekankan pada penguasaan ICT dan penggunaan Bahasa Inggris pada penyampaian materinya.

Realistis aja, semahir apa siswa & guru kita menguasai bhs tersebut? Jangankan mau mengerti dengan materi yang disampaikan, untuk mengerti bhs yg digunakan saja mungkin sudah menguras lebih dari setengah energi siswa, apalagi jika harus dituntut tuntas paham pada materi yang di sampaikan....

Ooo alah..... kemana kebanggaan kita pada bhs Indonesia? bhs pemersatu lo..... ,budaya bangsa....
Bilingual, bukannya sejak dulu guru2 kita sudah mengajar dengan dua bahasa?
Bhs Indonesia plus bhs Kutai (guru yg mahir brbhsa Kutai), Bhs Indonesia plus Bhs Banjar (Guru yg mahir berbhs Banjar)....dan saya yakin banyak lagi bilingual2....yang terjadi dengan kombinasi2 unik lainnya. Dan itu sudah membuat Indonesia sedemikian kayanya.

Sebagai orang awam saya cuma bertanya2 apa hebatnya ya.... menginternasional tapi ga' unik.
Bahkan salah satu negara yang menjadi rujukan sebagai sekolah Internasional,seorang pakar pendidikannya merasa aneh aja, dengan standar2 itu. Karena pendidikan itu kebutuhan bukan label.

Jadi memang wajar saja jika di UAN kemarin, Bahasa Indonesia adalah materi yang menduduki peringkat tertinggi dalam "ketidak lulusan", salah siapa?

Indonesia kaya, Indonesia Unik, marilah menginternasional dengan kekayaan kita. Cintai Bahasa Indonesia kita, boleh kita mengenal dan mempelajari banyak bahasa negara lain tapi, jadikan Bahasa Indonesia adalah yang terpenting.
Sempat berdialog dengan seorang pakar pendidikan, beliau memelesetkan RSBI( Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) menjadi rintisan sekolah bertarif internasinal.....hehehehe.
... dipikir2 bener juga, setelah dilihat dana utk sarana dan prasananya saja alamak......
Sudah gitu...menurut ICW, RSBI juga rawan korupsi..... alaaahhh, kasus korupsi yang ada aja belum kelar, masak mau di tambah lagi..... Nanti Kasian.... penjaranya ga' cukup....truss, pemerintah mengadakan dana lagi donk untuk membangun penjara....nah, duit2....lagi....
Bukannya yang dibutuhkan saat ini dalam sektor pendidikan adalah pemerataan dan peningkatan kualitas secara berkesinambungan?

Bagaimana jika RSBI kita ubah menjadi :
- Rasa Sayang Bahasa Indonesia
- Rasa Sayang Bangsa Indonesia
- Rasa Sayang Bangga Indonesia
- Rasa Sayang,Bahagia Indonesia


Gimana.... saran dan kritiknya donk......

2 Gemuk, 1 Sedang, 1 Kurus

Hehehe... Ini cuma satu catatan ringan. Dari satu moment di kesempatan mengikuti kelompok diskusi.
Hujan yang mengguyur deras hari itu di hangatkan dengan 4(empat) kelompok penyaji, dengan masing2 Rencana Anggara Belanja ....
Diskusi ini bukan untuk mengoreksi satu instansi dgn instansi, diskusi ini lebih di tekankan pada seberapa efektif dan efisiennya, pengalokasian dana yg akan atau sudah akan pasti di dapat...., hehehe...sedikit ribet memang, karena akan bicara dana/uang...tapi ada dan tidaknya masih tanda tanya.....(boleh ketawa.....)

Kelompok 1 (Gemuk)...
Dengan Rombel yg banyak dan siswa hampir seribu orang jika saya tuliskan disini bahwa salah satu pos penerimaannya mencapai hampir 2M... Tdk berlebihankan.....
Sayangnya kelompok penanya(audiens) sekaligus korektor, lebih menyoroti pos2 penerimaan lain yg tidak di bawa ke ranah diskusi, karena menurut audiens jadi kurang berarti jika diskusi cuma menampilkan satu pos penerimaan tanpa pos2 penerimaan lain berarti kurang transparan....
Tapi secara apik kelompok 1, bertahan dg pernyataannya bahwa ini semua tidak mengurangi subtansi diskusi, karena yg di soroti adalah efektif & efisien nya. Bukan masalah, dari mana saja pos2 penerimaan,karena jika semua di tampilkan maka akan melebar dan tidak fokus.
Cukup hangat penyajian itu, karena tarik ulur pada perlu dan tidaknya semua di tampilkan, satu lagi audiens menangkap satu arogansi pada satu otoritas seorang 'leader'....
Pada pengalokasian, tdk perlukan byk individu, bukannya perwakilan2 yg mumpuni itu sudah cukup..... Dan sebagai leader...tidak adil jika cepat2 di nilai arogan pada satu keputusan, jika keputusan tsb begitu menunjang tercapainya 'misi2' instansi....ya kan...
Dan ke khas an seorg 'leader' mmg hrs ada krn dia punya otoritas untuk itu. Yg terpenting disini sang leader tetap mengikut sertakan perwakilan2 dari beberapa jurusan pada penyusunan rancangan tsb.
Secara akumulatif tujuan diskusi tsb blm tercapai karena rada melenceng dari yg di targetkan Profesornya.

Kelompok 2 (sedang)
Dengan total dari beberapa pos penerimaan yg jauh di bawah kelompok 1, itu semua tidak mengurangi makna begitu kerja kerasnya setiap komponen di instansi tersebut.
O ya, masih bisa memberi anggotanya THR.... Walau di akui nilainya masih jauh dari 'cukup' tapi ketersediaanya di keterbatasan adalah tetap sebagai penghargaan tak ternilai... (Alhamdulillah..)
Menarik, kala ada testimoni dari sang leader.... "Dng keterbatasan ini, kami untuk mengalokasikn by pulsa di saat kami betul2 perlu utk berkomunikasi, setiap dari kami hrs berfikir ekstra keras, karena pos tsb mmg tak boleh ada.....(dilema ya.., mau pasang telpon lbh tak terjangkau, pake HP pribadi....pulsanya.... plisss dech)...tapi, komunikasi dengan instansi lain itu penting, jadi...kesimpulannya sang 'leader' harus rogoh kocek sendiri...salut.

Kelompok 3 (ramping)

Instansi ini ramping tapi...hebat...
Yah memang hebat karena tegar berdiri dan eksis di keterbatasan klasik. Dan ironisnya justru instansi yg ramping spt ini justru yg paling byk ada di negara yg konon katanya gemah ripah loh jinawi. Hehehehe....
Beberapa ketertarikan bisa saya tuliskan disini, ketika sang 'leader' memaparkan satu alokasi dananya adalah untuk 'dana bantuan siswa'... Di keadaan yg sangat2 terbatas, jajaran yg beliau pimpin masih mampu menyeleksi beberapa siswa yg bisa benar2 bebas biaya. Dan siswa yg berprestasi mendapatkan 'bea siswa'.... Sementara pos penerimaan cuma mengandalkan linkungan sendiri dan pos2 lain yg hehehe...jg belum pasti....
Pribadi saya sangat ingin belajar dari mereka.
Yang lebih 'wwuuiiihh'.... Guru yg mengajar disitu, ketika perekrutan, betul2 di pahamkan pd "jika anda menjadi guru disini untuk mencari gaji, anda salah masuk, kami tdk bs menjanjikan nominal uang untuk menggaji anda", dengan kejujuran itu, bisa di bayangkan 'niat' guru2 yg terlibat di situ.... Dan itu, masih bisa mencetak siswa berprestasi pula.....(boleh ndak sy ikut gabung di instansi Bp?....jd pingin ikutan..)

Kelompok 4 (extra large)

Dengan label unggulan. Apa yg perlu di pusingkan? Dg dana 6 jt persemester persiswa....(hampir sama dg by di program S2), tapi dg segala fasilitas dan nilai 'prestice' yg diingini orang tua siswa, tetap nilai itu adalah sah-sah aja ya....
Di luar extra large nya dana yg mereka kelola, saya teringat pada salah seorg anak teman yg pernah sekolah di tempat tersebut walau sesaat (cuma satu semester).
Teman saya (mami dari siswa tsb) memindahkan anaknya dari sklh label unggulan ke sekolah 'biasa' saja, ketika dari mulut anaknya terucap..."mami, aku tdk bisa belajar maksimal di situ, sebab, jadwalnya terlalu padat dan aku cuma bisa ngantuk saat pelajaran berlangsung, fisikku terlalu capek..."

Dri ke 4 klompok tsbt,bisa dipetik manfaat :
- diketerbatasan tdk serta merta memasung kreatifitas & kebersamaan.
-di keberadaan yg berlimpah jg tdk menjdi jaminan sbuah 'kenyamanan' utk sbuah pmbelajaran.

Di dedikasikan utk ke 4 klpk presentasi Minggu 9 mei 2010

Monday, December 28, 2009


BIMBEL SMART

MENDIDIK GENERASI SMART YANG BERAKHLAK




Bimbel Smart

 

Assallamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh

 

Berbagi dan konsep Kotak ilmu

            Menyakini bahwa tidak semua rencana harus berawal dari sesuatu yang brilliant. Itu juga yang terjadi ketika mengawali sebuah gagasan sederhana, saat  manusia merasa sangat membutuhkan satu kegiatan yang mempunyai manfaat.

Dengan keberadaan yang seadanya, tanpa mengenyampingkan arti besarnya nilai berbagi.

 

             Di sebuah areal rumah seorang teman,beliau adalah Ibu Sri Muryani  yang memang terletak agak kepinggir dari sebuah keramaian.

 Di areal rumah beliau yangdamai, asri, tenang, di perbukitan nan hijau menyatu dengan alam yang segar. Beliau dengan jiwa suka berbagi baik berbagi tempat ataupun berbagi ilmu karena beliau juga termasuk salah seorang pengasuh di Bimbel Smart ini.

            Mencoba melihat sekeliling, dengan kondisi masyarakat dengan pendapatan yang beragam.Dan tentunya mayoritas di posisi sederhana. Pendapatan yang dinilai masih dalam  kisaran “Cuma cukup”.

           Tapi untuk mendapat pendidikan dan pembelajaran yang layak, adalah hak.

Hak kita semua, kaya atau miskin , laki-laki dan perempuan.

Dan terbersit juga satu keinginan dari seorang seorang anak manusia yang ingin berbagi ilmu sekaligus berdakwah sederhana dalam penerapan akhlakul karimah di kehidupan keseharian dan merealisasikannya secara langsung dalam bentuk keikhlasan yang real.  Dalam satu perbuatan yang diawali dengan niat hanya pada Allah dan cuma individu dan Allah yang mengetahui (konsep kotak ilmu).

Di sini penulis ingin menelaah sebuah makna dakwah dalam pemahaman yang sederhana:

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah swt dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah swt dan mengingkari thaghut (semua yang diabdi selain Allah).

            Jika kita melihat ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah saw, kita akan banyak menemukan fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa. Dengan mengetahui, memahami, dan menghayati keutamaan dakwah ini seorang muslim akan termotivasi secara kuat untuk melakukan dakwah..

Katakanlah (Hai Muhammad): “Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf (12): 108).

Ayat di atas menjelaskan jalan Rasulullah saw. dan para pengikut beliau adalah jalan dakwah. Maka barangsiapa mengaku menjadi pengikut beliau saw. ia harus terlibat dalam dakwah sesuai kemampuannya masing-masing.

Berawal dari besarnya keinginan pada satu hal “berbagi” maka, terbentuklah          Bimbel smart.

Bimbel Smart terbentuk dari gagasan dan rasa ingin berbagi dan berdakwah menurut kemampuan masing-masing.

Berbagi pada lingkungan sekitar yang berhak mendapatkan ilmu melalui pembelajaran bersama, berkreatifitas bersama. tanpa memungut biaya atau tarip yang sudah terlebih dahulu di tetapkan.

 

Betul-betul bersandar pada arti berbagi. Berbagi tempat yang memang sangat layak untuk sebuah proses belajar mengajar. Yang lebih mengacu pada konsep mendekat pada alam. dan kehidupan realita.

Pada umumnya, ruang kelas di sekolah itu dipagari empat keping tembok. Para pendidik tentunya tidak bermaksud agar anak didik sulit melihat keluar sehinggaada jarak dengan alam bebas. Di ruang kelas, anak didik cukup belajar dari buku dan ucapan-ucapan guru. Anak boleh mendengar di kelas nama rumput ilalang, tapi tak akan pernah melihat ilalang itu karena di halaman atau di kebun sekolah tak ada ilalang Yang t.erjadi kemudian adalah sejenis verbalisme. Verbalisme dalam pendidikan barangkali belum dosa, hanya sekadar dianggap salah kaprah.          

Bimbel Smart dalam hal ini ingin keluar dari lembaga atau lebih sesuai jika di sebut dengan wadah belajar dan berkreatifitas bersama dari wadah-wadah belajar pada umumnya.

Secara sederhana, siswa akan di beri materi-materi yang sama dengan yang mereka dapatkan di sekolah, tapi dalam penyampaian materinya akan di gunakan metode yang lebih komunikatif dalam suasana fun.

Komunikatif di sini, terletak pada penekanan; mendengarkan apresiasi dari siswa atas materi yang sudah atau akan di sampaikan. Ketika siswa meminta soal, maka apresiasi mereka di usahakan untuk di akomodir. Pada siswa yang cenderung pasif maka di lakukan motivasi dengan pendekatan personal dan kekeluargaan.

 

 

 

 

Konsep Kotak Ilmu

Konsep ini berangkat dari keinginan  tim pengasuh di BimbelSmart menerapkan atau memahamkan sekaligus mempraktekkan arti dari ikhlas dan tidak riya’. Ikhlas bagi semua orang, adalah kata-kata yang sudah tidak asing lagi tentunya. Dalam pemahaman yang sederhana bisa di uraikan di sini korelasi dari implementasi kata ikhlas dan tidak riya’ adalah pada di adakannya kotak ilmu.

Di wadah belajar dan berkreatifitas bersama “BimbelSmart”, dalam kegiatan kesehariannya tidak mematok satu harga tertentu pada kegiatan proses berbagi ilmu tersebut.

Tapi Bimbel Smart tidak menutup kemungkinan, bagi orang tua siswa atau siswa sendiri yang ingin memberi sejumlah uang dengan nominal yang tidak ditentukan untuk memasukannya kedalam kotak ilmu, yang sejumlah uang tersebut di harapkan terbungkus dalam sebuah amplop dan tanpa pemberian nama pada amplop tersebut.

Memasukkan sejumlah uang ke dalam amplop tersebut dimaksudkan memahamkan sekaligus mempraktekkan arti ikhlas dan tidak riya’, karena jumlah nominal uang yang ada di ampolp tersebut cuma siswa yang bersangkutan dengan Sang Maha Tahu. Bermaksud memahamkan sejak dini bahwa niatan baik,perbuatan baik, adalah hanya karena Allah Ta’alla. Tanpa ingin di sanjung,dipuji oleh sesama.  

 

 

 

 

Sebagai bahan referensi dan pengingat mungkin kita bisa sama-sama membaca kutipan-kutipan dari firman Allah dari sikap riya’ ini :

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Seseorang yang melakukan riya’ pada hakekatnya ia tak melakukan firman Allah : (Hanya kepada-Mu aku menyembah), dan orang yang bersikap ujub (bangga kepada diri sendiri) pada hakekatnya ia tak melakukan firman Allah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) dan barangsiapa yang melaksanakan firman Allah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah), maka ia telah keluar dari sikap riya, dan barang siapa yang melaksanakan firman Allah (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), maka ia telah keluar dari sikap ujub”. [Majmu Al-Fatawa 10/277]

Perwujudan dari hal tersebut, berupa penekanan bahwa Bimbel Smart yang dibentuk harus:

• Fokus pada aspek kualitas.

• Biaya sukarela berazaskan keikhlasan dan tidak riya’, dengan cara mengeliminir biaya prasarana (menggunakan bangunan yang sudah ada dan sesuai dengan konsep dan sebagai pengganti alat peraga memanfaatkan alam sekitar menjadi media pembelajaran).

• Mengimplementasikan kurikulum dengan menggunakan metoda fun learning di alam terbuka.

 

 

 

 

FILOSOFI

Mengacu pada tujuan manusia diciptakan ;

” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu” (QS. 49 :13)

“ niscaya Allah akan meninggikan orang yang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. 58:11)

 ” Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi..” (QS. 2:30)          

Visi

BimbelSmart mempunyai ber visikan :

SMART BERAKHLAK

Misi

Mengembangkan aspek sumber daya manusia

1.      Akhlaqul Karimah (sikap hidup), menuntun anak didik pada perilaku yang sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW

2.      Menanamkan rasa membutuhkan pengetahuan lebih dari sebelumnya.

3.      Menanamkan jiwa jihad dalam menuntut ilmu pengetahuan.

 

 

 

 

Profil Pengasuh

Sri Muryani

Pemilik sekaligus pengasuh di wadah belajar dan berkreatifitas Bimbel Smart. Beliau saat ini sedang menempuh pendidikan keguruannya di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP UNIKARTA) Tenggarong . Kepedulian beliau pada sektor pendidikan tidak cuma terbatas pada Bimbel ini, selain sebagai penyedia tempat Bimbel, beliau juga mendirikan satu lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pendidikan usia dini (PAUD), yaitu GRIYA IMOET, yang bernaung di bawah Yayasan Mutiara Ananda.

Darlin Soleman

Beliau di Bimbel Smart, mengasuh di bidang studi Bahasa Inggris. Sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau yaitu diploma III  Bahasa Inggris di Universitas Mulawarman. Selain itu beliau juga pernah mengenyam pendidikan Theologia di STT  Tenggarong. Darlin Soleman juga mantan atlit angkat berat KUTAI KARTANEGARA yang beberapa kali pernah mengharumkan nama KUKAR lewat medali-medali yang di perolehnya.

Endang Muharlayni

Penulis sendiri terlibat di Bimbel Smart sebagai pengasuh pada bidang studi Matematika, IPA ( Sains), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Latar belakang pendidikan penulis memang bukan dari Kependidikan melainkan Sarjana Ekonomi, tapi hal itu bukan penghalang untuk terlibat pada arti kata berbagi. Untuk lebih mendukung minat penulis pada dunia kependidikan, saat ini penulis sedang menempuh program S2 Manajemen Pendidikan di Universitas Mulawarman.

 

 

Riris Tori Fauzi

Beliau mengasuh pembelajaran di kelas I dan II, kecakapan beliau menguasai anak-anak seusia itu, membuat siswa didik lebih cepat terampil dalam membaca. Karena pada kenyataannya pada usia tersebut memang usia paling sulit untuk mengajar satu materi jika tidak mempunyai mental yang kuat dan ikhlas.Penekanan pada kemampuan terampil membaca tulis sangat di tekankan pada usia/kelas tersebut. Dasar pendidikan beliau juga sangat berkenaan sekali dengan dunia pendidikan ini, yaitu saat ini beliau mengenyam pendidikan di FKIP PGSD UNMUL.

Fil Jannati Rofiqoh

Beliau mengasuh pembelajaran Matematika di kelas IV dan V, kemampuan memberi les privat dan pernah mengikuti  pelatihan Matematika, membuat nilai kompetensi beliau di bidangnya sungguh dapat di acungi jempol. Untuk lebih meningkatkan nilai diri beliau tidak patah semangat untuk belajar terus. Baik pembelajaran di bidang studi Matematika maupun dari segi religi.

Resti 

Walaupun diantara para pengasuh beliau adalah yang termuda dari segi usia, tapi dari semangatnya berbagi dan kecintaannya pada matematika, membuatnya bersemangat terlibat di wadah belajar dan berkreatifitas fun ini.

 

 

 

 

 

Penutup

Diatas sekelumit tentang wadah belajar dan berkreatifitas fun, wadah bersosialisai mendasar, tentang arti penting berbagi dan keinginan diri untuk membuat hidup lebih berarti.

Berarti dengan kerja yang nyata. Wadah yang menampung keinginan pengasuh untuk berbagi  ilmu pengetahuan dasar yang sudah terlebih dahulu sempat di pelajari, pada anak-anak dengan semangat tinggi menuntut ilmu, dan berkreatifitas fun.

Semoga tulisan pendek ini dapat bermanfaat bagi semua. Atas segala kata yang terucap, khilaf yang sempat menyertai, dengan segala kerendahan hati penulis mohon ma’af yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran sangat di butuhkan bagi kesempurnaan penulisan ini. Kritik dan saran dapat di sampaikan melalui. Email : endangmuharlayni@yahoo.co.id.

Terimakasih.

Wassallam

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

- Berdakwahlah! Anda Akan Mulia. Fiqih Dakwah.

  Oleh : Tim dakwatuna.com

  http://www.dakwatuna.com/2008/berdakwahlah-anda-akan-mulia/                           (sabtu  27 des 09, 21 : 27)

- Sekolah alam

  Oleh D. Zawawi Imron

  http://www.indonesiaindonesia.com/f/11720-sekolah-alam/                                         (sbtu  27  des  09, 21: 25 wita)

 

- BAHAYA RIYA’ DAN UJUB

  By prajuritillahi Leave a Comment

 saidalfaraby.wordpress.com/2009/12/13/bahaya-riya’-dan-ujub/                                   (sabtu 27des 09, pukul 21:30 wita)

- Profil dan Sejarah Sekolah Alam Bandung

 http://sekolahalambandung.com/2009/11/sekolahalamband/#more-115                   (sabtu 27 des 09, 21:25 wita)

 

 

 

 


 

 

 

 

 




Thursday, December 24, 2009

INDONESIA JAYA

Met, Pagi Indonesia...............


Masih dan masih semangat untuk belajar,untuk bisa lebih berbagi di blog.

Informasi yang begitu terbuka, dan banyak tersaji, sungguh merugikan diri bila tidak bisa menyertai.

Media-media yang selayaknya mempermudah, siap menunggu personal-personal belajar mandiri.
Tidak terbatas waktu dan ruang.

Siapkan diri sejak kini, menapaki jalur yang telah lama tersedia namun baru bisa di mengerti ketika ada tuntutan mempelajari.




Wednesday, December 16, 2009

BLOG....?????

BLOG ???

SERING DENGAR SIH...CUMA GA' TAU, BUAT APAAN......

TIBA-TIBA...SEPERTI KEBANYAKAN ORANG KETIKA DIHARUSKAN... BARULAH, KELABAKAN..HEHEHE..

NAH..NAH... APA ISTIMEWANYA PUNYA 'BLOG' YA.....

TOH SEBELUM PUNYA BLOG...UDAH BANYAK TEMAN DI DUNIA ONLINE MELALUI SARANA 'FB'

BANYAK JUGA TULISAN YANG BISA DI BUAT DI SITU. KOMUNIKASI JUGA MELEWATI BATAS WAKTU DAN RUANG, TRUS...APA HEBATNYA BLOG YA......

INI JUGA LANGKAHKU YANG KEDUA MENCOBA UNTUK POSTING TULISAN.

GA' ILMIAH-ILMIAH GITU...CUMA, COBA-COBA POSTING...DAN BERCELOTEH LEWAT 'BLOG'....

OK....KE DEPAN HARUSNYA PUNYA TULISAN YANG CIAMIK...UNTUK BISA DI BAGI2 BEBAS.....

Sunday, December 13, 2009

Hallo Indonesia

Indonesia tetap jaya.